budaya,  kerjasama,  wisata

Mengintip Rentetan Hari Jadi Wonosobo, Khidmat Nan Sarat Makna

Sudah umum benar rasanya jika setiap kota memiliki hari jadi, tidak berbeda dengan Kabupaten Wonosobo. Belakangan ini, nama Wonosobo memang semakin sering diperbincangkan, tentu tidak jauh kaitannya dengan Dieng yang semakin terkenal, namun kali ini bukan tentang Dieng yang akan menjadi sorotan utama. 

Seperti yang diketahui, Wonosobo merayakan hari jadinya setiap tanggal 24 Juli, dan di tahun 2018 ini sudah merayakan usianya yang ke-193 tahun. Tua? Tentu saja. Dewasa? Kamu punya jawabannya sendiri bukan? Sebagai kota yang menjunjung tinggi budaya dan kultur wilayahnya, tidak mungkin rasanya jika kota ini tidak mengadakan serangkaian “upacara” di hari spesial ini.  

Sebenarnya, ada cukup banyak runtutan acara yang dilaksanakan, bahkan sekitar satu bulan runtutan acara ini dikemas sedemikian rupa sehingga diharapkan bisa menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Namun, acara yang sarat akan budaya dan makna rasanya menjadi perhatian tersendiri. 

Tercatat ada dua hari penting yang rasanya akan sayang sekali untuk dilewatkan, yakni pada tanggal 23 dan 24 Juli 2018. Daripada kamu harus menahan rasa penasaran, ini lho rangkaian acara yang akan dilaksanakan pada hari tersebut.

1. Bedhol Kedhaton.
Dimulai dengan pengambilan air dari 7 sumber, serah terima panji dan kirab budaya 15 kecamatan, ziarah ke makam pendahulu di minggu sebelumnya, pada tanggal 23 Juli 2018 diadakan prosesi Bedhol Kedhaton di desa Plobangan, Selomerto. Bedhol Kedhaton ? Apa itu?
Bedhol Kedhaton adalah prosesi perpindahan pemerintahan dari Selomerto yang merupakan cikal bakal berdirinya Wonosobo dipindahkan ke Kota Kabupaten Wonosobo yaitu di Pendopo kabupaten Wonosobo. Istimewanya, Prosesi Bedhol Kedhaton ini baru pertama kali dilakukan pada tahun ini.

Bedhol Kedhaton. Dok: Diskominfo Wonosobo

2. Doa Keselamatan Lintas Agama.
Pemanjatan doa lintas agama dilaksanakan di malam harinya di Pendopo Kabupaten Wonosobo. Semua pemuka agama dan kepercayaan dan sebagian masyarakat yang ada di Wonosobo bersama-sama berdoa untuk keselamatan Wonosobo. Terbukti di hari Senin, 23 Juli dan sekitar jam 8 malam ada cukup ramai masyarakat dan pemuka agama/kepercayaan  yang ikut dalam acara ini. Atau jangan-jangan, Kamu termasuk dalam salah satunya?Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Indah kaaaann 🙂

3. Prosesi Birat Sengkala
Sudah tidak sabar untuk ikut mengintip acara sarat budaya? Acara yang satu ini juga tidak boleh kamu lewatkan. Kali ini, acaranya dilaksanakan di Paseban Timur Alun-alun Kabupaten Wonosobo. Tapi, kalau kamu ingin sekedar menonton acara ini harus siap-siap untuk melek, karena acaranya baru akan dilaksanakan mulai jam 11 malam.
Secara sederhana, prosesi yang satu ini merupakan ritual doa yang dilakukan secara tradisional dan memang harus dilaksanakan pada tengah malam. Tidak dilaksanakan di sembarang tempat, prosesi ini tepat dilakukan di bawah Pohon Beringin Walik.
Seperti namanya, makna dari prosesi ini adalah untuk “Membalikkan Sengkolo”, yakni untuk menyingkirkan seluruh malapetaka, kerusuhan, berbagai halangan dan hal-hal buruk lainnya. 

4. Prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo : Serah Terima Panji-Panji, Pisowanan Agung dan Kembul Bujono
Tepat di tanggal 24 Juli 2018 dimana merupakan hari jadinya, ada cukup banyak rentetan acara yang dilaksanakan pada hari tersebut. Acara ini dilaksanakan di Alun-alun Wonosobo, jadi jangan heran jika pada hari itu jalanan sekitar alun-alun di tutup dan dialihkan ke jalanan lain. Eit, jangan kesal dulu, sebab acara ini memang harus dilaksanakan dengan cukup khidmat. Tidak kalah pagi, acara ini juga dimulai dari pukul 07.30.
Serah Terima Panji ini dilakukan oleh jajaran Muspika ke Bupati dan Muspida. 
Adapun atribut yang digunakan antara lain :

  • Songsong agung kamulyan melambangkan pengayom atau kekuasaan, merupakan simbol penguasa yang berkewajiban melindungi rakyatnya tanpa pandang bulu/pilih kasih (simbol Bupati).
  • Tumbak korowelang atau tumbak katentreman melambangkan senjata kepercayaan diri, piyandel sama dengan sifat kandel, seorang pemimpin harus memiliki senjata untu menjaga keamanan, ketentraman dan perlindungan menyeluruh, dalam tata pemerintahan yang dilakukan oleh Kapolres .
  • Bendera merah putih/ gula kelapa adalah mengedepankan perjuangan bela negara yang berkibar di setiap dada, dengan gagah berani yang dilandasi dengan kesucian untuk mengobarkan semangat perjuangan (Kodim)
  • Panji lambang daerah melambangkan pemimpin atas potensi, kemajuan, kekayaan dan segala bentuk potensi daerah yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat .
Prosesi serah terima panji

5. Launching City Branding Kabupaten Wonosobo
Setelah hasil FGD dan berbagai macam proses dari akhir tahun lalu, akhirnya kita sudah punya city branding lhooh! #WonosoboTheSoulOfJava ! Ihhh keren yaaa.. Jangan lupa, terus pakai hestek itu ya buat semakin mengenalkan city branding kita yang baru ke dunia maya.

The new city branding : #WonosoboTheSoulOfJava

6. Pentas 5000 Penari Lengger
Kalau dari tadi kok kayanya semua acaranya berat-berat amat, ngga ada yang lebih seru dan muda apa nih? Acara yang satu ini rasanya akan menjadi acara yang cukup menghibur untuk kawula muda seperti Kamu.
Yap, acara peringatan #HariJadiWonosobo193  ini disemarakkan oleh Pentas 5.000 Penari. Nggak cuman 1-2 penari lho.. 5.000 guuuys!
Bentar-bentar, yang ngitungin sapa nih? Oiya, dan malam ini juga masih ada kegiatan Gelar Pentas Seni dan Budaya se Wilayah Kedu. 

5.000 lengger !

Dari rangkaian acara puncak ini, apakah Kamu termasuk salah satu orang yang menyaksikannya ?

Oiya setelahnya, akan ada Festival Domba Wonosobo (28-29 Juli 2018) di Lapangan Kalibeber, Gramedia Book Fair 2018 di Gedung Korpri Wonosobo dan Carica Day (30 Juli 2018) di Taman Fatmawati.
Yang lebih meriahnya lagi, bakalan ada Karnaval Tematik (18 Agustus 2018), Pentas Artis Ibukota di Alun-Alun Wonosobo. Ada pula Festival Swara Muda (29 Juli 2018) di Pendopo Kabupaten Wonosobo. Kemudian Bhakti Sosial : Operasi Katarak dan Operasi Bibir Sumbing di RSUD Setjonegoro Wonosobo, Indonesian Open Paralayang Wonosobo (September 2018) di Desa Lengkong, Garung.
Lomba Foto Hari Jadi Wonosobo ( periode Juli-September 2018), Ansambel Musik Anak, Wonosobo Bersholawat, Lomba Burung Kicau, WORC 3 DAN WTA 2 dan masih banyaaaak kegiatan lain yang ikut meramaikan #HariJadiWonosobo193 ini .

Nah, dari ke-enam acara tadi, menurut Kamu acara mana yang paling berkesan dan “Kamu banget”? Atau, malah kamu pesan atau bisa jadi pengharapan untuk Wonosobo kedepannya? Bisa dong di-share di kolom komentar. Yang pasti, semoga Wonosobo tetap menjadi wadah yang mendukung bagi semua orang yang mau berkreasi dan bermanfaat untuk orang lain, tetap asri dan menyenangkan juga tentunya. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *