kerjasama,  wisata

6 Destinasi Wisata Air di Wonosobo Yang Belum Banyak Orang Ketahui

Wonosobo yang dikenal dengan sebutan negeri di atas awan, punya pesona-nya sendiri. Udara yang sejuk, air jernih yang melimpah, suasana yang nyaman membuat para wisatawan betah menghabiskan liburannya di kota ini. Selain wisata kulinernya yang beragam seperti gurihnya tempe kemul, nikmatnya mie ongklok, kota dingin ini ternyata punya banyak sekali objek wisata air yang bahkan mungkin belum pernah kamu dengar namanya.

Selama ini, Dieng sebagai magnet utama untuk menarik wisatawan berkunjung ke Wonosobo. Padahal, selain Dieng, Wonosobo sebagai #PesonaDestinasiLebaran2018 punya banyak sekali tempat yang cocok dijadikan kunjungan #PesonaMudik2018 .

Mau tau apa saja? Berikut enam destinasi wisata air yang ada di Wonosobo :

Wisata Telaga Wringin

Telaga ini berada di Di Dusun Sringin, Desa Tlogodalem Kecamatan Kertek. Sebuah telaga yang mata airnya melimpah dan  jernih, dingin juga segar.  Air yang berasal dari sumber di sekitar telaga ini dirawat dan dimanfaatkan warga setempat untuk berbagai keperluan. Di dalam telaga  hidup berbagai jenis ikan, baik ikan asli telaga ataupun ikan konsumsi yang ditebar warga.

Uniknya, setiap warga yang hendak mengadakan hajatan harus menebar minimal dua ekor ikan ke dalam telaga. Namun, siapapun dilarang keras mengambil ikan tersebut. Guna mempertahankan kelestarian air telaga,  setiap bulan syuro warga setempat menggelar merdi desa, dan juga menebar ikan ke dalam telaga.

Jernihnya Telaga Wringin. Credit : wonosobozone.com

Telaga seluas sekitar 2 hektar itu kerap dijadikan tempat refreshing untuk warga dari dalam maupun luar Wonosobo. Kedatangan orang-orang dari luar daerah ke desanya juga dengan maksud ziarah ke makam Kyai Bromosari dan Nyai Bromosari yang terletak persis di tepi telaga.

Jadi, mau ziarah sekalian menikmati telaga? Kesini aja!

Wisata Curug Sikarim

Ada yang belum pernah dengar tentang objek wisata Curug Sikarim? Untuk mencapai curug yang terletak di desa Sembungan , Kecamatan Kejajar ini lebih mudah jika kita melalui desa Mlandi  Kecamatan Garung, sekitar 15 km jaraknya. Fyi, desa Sembungan ini adalah desa tertinggi di Pulau Jawa.

Air di curug sikarim ini berasal dari limpahan telaga Cebong, mengalir menuruni tebing perbukitan setinggi hampir 90 meter dan jatuh ke sungai Mlandi. Saat debit air cukup besar, curug tersebut bisa menampakkan tiga hingga empat jatuhan air sehingga terlihat sangat indah.

Curug Sikarim nampak megah dari kejauhan. Credit : Wonosobo Ekspres (Erwin Abdillah)

Jika beruntung, saat cuaca cerah sekitar tengah hari, pengunjung juga akan bisa menikmati pelangi yang sangat indah. Selain itu,  setiap lima menit sekali, curug sikarim akan menghilang tertutup oleh tebalnya kabut yang turun dari kawasan Dieng. Bagai memasuki dimensi lain pokoknya kalau main kesini, hehe.

Gimana guys, penasaran?

Wisata Curug Sikantong

Selain sebagai desa penghasil bunga krisan, Desa Jengkol Kecamatan Garung ini punya wisata alam yang tidak kalah menarik berupa curug atau air terjun yang ketika musim kemarau tiba justru menampilkan pesona terbaiknya. Curug Sikantong, namanya.

Hanya sekitar 30 menit dari perkampungan di Desa Jengkol dengan berjalan kaki untuk menuju lokasi curug tersebut. Curug ini berada di aliran sungai Serayu yang air terjunnya jatuh ke dalam kedung yang membulat seperti kantong, sehingga disebut Sikantong. Keindahan curug Sikantong ada pada air terjun dengan ketinggian 25 meter dengan air yang bening dan segar dan juga adanya bebatuan yang berornamen alami.

Curug Sikantong. Credit : Wonosobo Ekspres

Sebelum menuju ke curug Sikantong ini, wisatawan bisa menikmati indahnya kebun krisan di Kuripan yang tidak jauh dari lokasi curug.

Wisata Curug Perawan Kembar

Curug Perawan Kembar yang ada di Desa Bomerto, Wonosobo ini merupakan salah satu objek wisata alam dengan kemudahan akses dan jarak yang dekat dari pusat kota. Hanya sekitar 15 menit dengan kendaraan bermotor dari Terminal Induk Wonosobo, wisatawan bisa menikmati air terjun ini.

Dinamakan Perawan Kembar karena untuk mencapai curug ini, kita harus melewati hutan bambu dan bagian atas puncak air terjun terbelah dua serupa seperti kembar. Dulu, curug ini juga dinamakan curug Siaren, karena konon dahulu banyak sekali terdapat pohon aren di sekitar air terjun.

Curug Perawan Kembar atau Curug Siaren . Credit : irdinawisata2017

Ketinggian curug sekitar 12 meter, dan memiliki sebuah kolam yang cukup lebar sekitar 10 meter dengan kedalaman kira-kira 50cm. Nuansa alam curug yang masih asri dan juga alami tanpa polesan akan bisa wisatawan temukan disini.

Curug Drimas

Ternyata, selain durian, dusun Garungan, Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran punya daya tarik alam berupa curug yang ternyata diyakini sebagai salah satu curug yang tertinggi di Wonosobo, yaitu curug Drimas.

Pengunjung yang ingin menuju curug ini, bisa mengikuti jalan setapak dari aliran sungai di Garungan. Saking tingginya, kita akan sulit untuk melihat ke sumber air di atas. Konon, tingginya lebih dari 50 meter.

Menikmati segarnya Curug Drimas. Credit : Wonosobo Ekspres

Pengelolaan curug ini masih cukup sederhana. Disana, pengunjung bisa menikmati segarnya air dan pemandangan yang indah. Melengkapi wisata di curug, di kawasan tersebut ada atraksi alam serupa yaitu Curug Kembar, Curug Glotok dan juga ada Watu Agung dan Watu Ogel yang diyakini memiliki keistimewaan jika didorong orang yang “istimewa” bisa bergerak.

Curug Kawung

Desa Bejiarum, sebuah desa di Kecamatan Kertek yang letaknya hanya 15 menit dari pusat kota ternyata menyimpan pesona alam sekaligus mistis. Beji yang artinya mata air dan Arum yang artinya harum , secara makna berarti mata air yang harum atau sangat jernih. Di sana terdapat sebuah curug kecil yang di bawahnya ada sebuah sendang yang airnya berwarna hijau kebiru-biruan. Dengan kedalaman sekitar tiga meter lebih, sendang ini disakralkan dan diyakini bisa membuat awet muda.

Curug Kawung dengan air hijau kebiru-biruan. Credit : Wonosobo Ekspres

Rute menuju curug dan sendang ini cukup mudah dan cepat, tapi akses jalan yang hanya bisa dilewati satu pejalan kaki ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengunjung. Dalam waktu 10 menit saja, pengunjung sudah bisa melihat jalur masuk sendang dengan menuruni tebing sungai Kawung sedalam 7 meter. Di kedua sisi tebing terdapat tetesan air dan pantulan sinar yang membuat kawasan curug semakin terlihat magis dan dramatis.

 

Dari ke-enam destinasi ini, kalian pernah kemana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *